corat coret ala no.or ^^

Permalink
Permalink
Permalink
Permalink
Permalink that’s called sacrifice, isn’t it? :)
Permalink

men women, what does really exist between them?

Dalam waktu kurang dari 24jam ini, entah ada apa dalam 24jam ini, saya dicurhati oleh 3 orang manusia berjenis kelamin laki-laki dengan usia yang berbeda dan dengan masalah yang berbeda juga.

Kisah pertama, yang bisa saya ambil dari kisah pertama ini adalah, women have wider peripheral vision, men have tunnel vision (Why Men Can’t Listen and Women Can’t Read Maps, 2001). Mungkin banyak dari kita yang masih sering berargumen bahwa kami para lelaki atau kami para perempuan adalah yang paling benar dalam berfikir dan sulit untuk menerima pikiran serta pandangan dari lawan jenis kita. Percayalah bahwa semua yang diciptakan olehNya mempunyai keunikan sendiri-sendiri, termasuk manusia, walaupun sama-sama satu spesies, tiap jiwa dalam manusia mempunyai keunikan sendiri dan butuh dimengerti dengan masing-masing cara yang berbeda. Be open-minded for all the things around us. Spesial semangat untuk makhluk yang saya ceritakan pertama ini, percayalah Allah akan memberikan yang terbaik :).

Kisah kedua, saya agak kaget sebenarnya. Datang dari orang yang selama ini saya anggap anak saya sendiri (bukan dalam arti sebenarnya karena saya punya 10anak kurang lebih, hoho -red). Sejauh ini saya merasa orang ini adalah anak yang masih polos karena memang saya mengenalnya sejak awal sekali ketika ia masih polos dan tak tahu perkembangan dia selanjutnya (mamii durhaka-red). Namun ternyata saya salah, dia sudah tumbuh menjadi laki-laki dewasa. Bertanya tentang kedewasaan, bertanya tentang sikap dan perilaku serta pikiran tentang kedewasaan. Sungguh, saya bangga melihatnya tumbuh dewasa, sekaligus juga menjadi tamparan untuk saya yang sudah mau memasuki kepala dua ini tapi belum berpikir sedikit pun tentang kedewasaan dan sebagainya. Pelajaran yang saya ambil dari sini adalah, ketika dewasa, laki-laki dan perempuan mulai mengambil perannya masing-masing. Mulai berbeda cara berpikir, berbeda sikap dan perilaku yang diambil, berbeda tentang apa yang ia rencanakan ke depan, dsb. Pesan lain, untuk teman-teman yang sudah diujung usia belasan, mungkin ada baiknya sudah berpikir tentang masa depan seperti teman saya ini, jadilah orang yg terarah dan ter-planning (bukan berarti hidup mengalir seperti air itu salah, toh nyatanya saya termasuk individu yang menganut prinsip hidup air :p)

Kisah ketiga datang dari orang yang sudah saya anggap kakak sendiri, Percaya atau tidak, saya belum pernah bertemu dengan beliau. Kami berinteraksi awalnya karena tuntutan pekerjaan (nasib aktivis, hoho-red). Biarpun berbeda pulau, entah kenapa saya merasa nyaman untuk berbagi cerita dengannya tentang apapun terutama tentang kerjaan (entah dia nyaman cerita dengan saya atau tidak-red). Yak, langsung saja, kali ini ceritanya tentang move on atau tetap bertahan. Tak bisa banyak komentar jujur untuk abang saya yang satu ini, karena saya yakin dia bisa memutuskan mana yang terbaik untuknya. Yang tahu mana yang terbaik untuk dirinya adalah dirinya sendiri, bukan? :). Pelajaran yang bisa saya ambil kali ini adalah, go for what you trust it’s worthed to caught. Spesial maaf saya ucapkan untuk abang saya yang satu ini karena kesannya saya keras dengannya (be tough, bang!-red).

Begitulah kisah geje (ga jelas-red). dari saya. Kisah-kisah di atas membuka mata saya tentang manusia. Menambah sedikit cerita dan pelajaran tentang makhluk bernama laki-laki untuk saya. Untuk para tiga ksatria di atas yang tanpa izin saya angkat kisahnya untuk saya tulis di tumblr saya ini, mohon maaf sebelumnya, saya tidak ada maksud apapun, hanya ingin berbagi cerita. Sungguh, saya sangat senang bisa berbagi kisah dan rasa dengan kalian, orang-orang hebat dengan pikiran dan gagasan yang mempunyai keunikan sendiri-sendiri. Terima Kasih.. :)

Permalink
Permalink
Permalink terbata dalam kata,
tertatih dalam jejaknya,
membawa kakiku berjalan menjauh,
perlahan tapi pasti,
tertahan tapi tak punya daya untuk kembali.
Permalink